• Bahasa

Saya Bangga Menjadi ASN Anggota KORPRI

29 Nov 2018 Hanapi 91

Saya Bangga Menjadi ASN Anggota KORPRI

Oleh : Yan Agus Supianto

 Kepala Seksi Kemitraan Komunikasi Publik Diskominfo Kab. Garut


 

Sebuah kenyataan ketika saya ditakdirkan menjadi CPNS bulan Maret 1995 di Pemerintah Kabupaten Garut harus bergelut di dunia kehumasan. Dunia yang menurut saya adalah dunia membaca dan menulis, bahkan tidak sekadar membaca teks per teks, namun mesti mampu membaca dunia kepemerintahan. Bagian Humas yang saat itu berada di bawah lingkup Sekretariat Daerah, mengharuskan saya untuk terus mengikuti perkembangan dunia pemerintahan. Mengolah sebuah informasi yang tidak cukup untuk dibaca, namun harus dicerna sebagai sebuah gagasan yang bisa diterima masyarakat, terlepas mereka setuju atau tidak dengan gagasan-gagasan yang dikeluarkan oleh pimpinan pemerintahan.


Menulis adalah membaca dan membaca adalah menulis itu adalah kalimat spirit yang kerap saya gunakan dalam menyalurkan hobbi menulis. Sebuah warisan dari Bapak saya yang seorang guru Sekolah Dasar. Kegemaran menulis hingga mewariskannya kepada saya adalah warisan yang tak ternilai. Bahkan warisan fisik yang diberikan kepada saya adalah media agar saya terus membaca. Warisan itu adalah buku dan majalah yang menghiasi setiap sudut rumah.


Waktu bergulir seiring  dengan perkembangan dunia pemerintahan, akhirnya membawa saya sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) mencintai dunia penulisan. PNS atau sekarang lebih tepat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tentu akan mengarungi dunia yang bernama ‘tour of duty’. Tahun 2012 saya dikenalkan dengan dunia kebencanaan dengan lembaga baru bernama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut. Selama empat tahun bergelut di dunia kebencanaan, saya menemukan kembali ‘fitrah’ saya dengan hobbi menulis. Hobbi itu kembali muncul manakala saya harus menata program dengan nama Desa Tangguh Bencana, sebuah program pemberdayaan masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana yang menjadi program nasional Indonesia Tangguh. Dengan tim yang saya miliki, kami memulai dengan berkomunikasi berbagai unsur masyarakat seperti : aparatur desa, babinsa (TNI), babinkamtibmas (POLRI),  para kader, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kaum perempuan, bahkan kaum difabel.


Bagi saya tugas ini rasanya menjadi sebuah kebanggaan manakala bisa bertutur dan meyakinkan masyarakat yang disadari memiliki ide dan karakter berbeda-beda. Maka dengan berbekal pelatihan yang telah saya ikuti sebagai fasilitator kebencanaan, perlahan-lahan kami dapat bekerja sama. Antusias masyarakat dalam fasilitasi masyarakat dalam Desa Tangguh Bencana itu ditunjukkan dengan kemampuan mereka membuat peta partisipatif, penyusunan dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Desa (RPBDes), mendirikan lembaga Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), bahkan dibentuk Relawan Penanggulangan Bencana, hingga menyusun dokumen Rencana Kontinjensi Desa. Kesempatan mengubah pandangan masyarakat terhadap bencana sebagai urusan pemerintah semata akhirnya perlahan sirna, seiring dengan pemahaman masyarakat dalam kebencanaan. Perubahan besar dari kegiatan ini adalah masyarakat semakin melek terhadap upaya pengurangan risiko bencana di daerahnya. Insiatif-inisiatif akhirnya muncul, semisal dalam Rencana Aksi Komunitas, mereka sudah mampu menjabarkan bagaimana upaya mitigasi yang mereka lakukan disusun secara terstruktur dengan melibatkan anggota komunitas mereka.


Hampir sepuluh kali pertemuan fasilitasi dilakukan dalam upaya pemberdayaan masyarakat di daerah yang bepotensi tinggi terkena bencana. Meyakinkan masyarakat dalam memahami dan menyadari penting bahaya bencana adalah sebuah keniscayaan yang harus kita lakukan bersama. Bagaimana membentuk karakter itu memerlukan perjuangan besar, sehingga ke depan masyarakat yang terdampak bencana tidak hanya jadi penononton, tapi semestinya menjadi agent of change dalam upaya menjauhkan masyarakat dari bencana, atau menjauhkan bencana dari masyarakat, bahkan sekaligusi bisa hidup harmonis dengan risiko bencana, serta memiliki daya lenting manakala kenyataan merka yang terdampak harus menghadapi bencana.


Secuil pengalaman itu, kemudian saya tuangkan dalam sebuah tulisan dan saya kirim ke media cetak bertepatan dengan saat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada perhelatan Hari Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2015 menyelenggarakan lomba Karya Tulis Jurnalistik. Bagi saya inilah kesempatan terbaik menuangkan isi hati saya dengan tugas yang saya emban dengan kegiatan Desa Tangguh Bencana. Saya kirim tulisan saya itu ke media cetak, dan tepat tanggal 12 April 2015 – kebetulan hari kelahiran saya – dimuatlah tulisan berjudul “Membangun Kemandirian Melalui Desa Tangguh Bencana”. Salinan hasil karya itu saya kirim ke Panitia Lomba sebagi bukti bahwa karya tulis itu pernah dimuat di media massa.


Beberapa waktu kemudian salah seorang pantia menghubungi saya dan memberitahukan bahwa saya salah seorang yang masuk nominasi untuk Lomba Karya Jurnalistik. Tentu saja saya kaget bercampur bangga. Panitia mengundang saya untuk datang memenuhi undangan pada perhelatan Hari Pengurangan Risiko Bencana  di Kota Solo, yang saat itu dibuka Bapak Presiden RI, Ir. Joko Widodo. Akhirnya dengan izin pimpinan saya pergi dengan memakai transportasi kereta api. Yang lebih membanggakan adalah keikutsertaan saya juga diikuti hadirnya Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, Kepala Pelaksana BPBD, dan atasan langsung saya Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan.


Akhirnya, pada malam harinya di acara bertajuk Malam Penganugerahan Tangguh Award 2015 diumumkan mulai dari lomba foto, tokoh inspiratif, dan kategori-kategori lomba lainnya. Saat diumumkan untuk kategori Lomba Karya Tulis Jurnalistik Citra Carita Parama , Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Bapak Sutupo, menyebutkan bahwa dari 182 peserta lomba karya tulis, maka hanya tiga nama yang dinilai sangat inspiratif. Diantara tiga nama itu, saya YANYAN AGUS SUPIANTO, S.IP., M.Si disebut paling awal. Saya meraih peringkat tiga, sedangkan juara 1 dan 2 masing-masing : Wartawan Jakarta Globe dan Wartawan Mingguan Singgalang Padang.


Sebenarnya, juara ketiga bagi saya adalah puncak prestasi dalam menyalurkan hobi menulis selama kurun waktu 21 tahun menanbdi menjadi ASN, apalagi dapat menyisihkan 182 rival yang berlatar belakang jurnalistik. Kesadaran itu muncul manalakla, rekan yang meraih jura 1 dan 2 menyampaikan selamat karena pegawai negeri seperti saya mampu bersaing dengan mereka dari jurnalis seantero nusantara. “Anda beruntung sekali, sebagi PNS bisa menyisihkan kami dari kaum jurnalis. Mestinya Pemda bangga dong”, ujar Effendi, Wartawan Mingguan Singgalang Padang, usai menerima penghargaan Sabtu malam, 17 Oktober 2015.


Sekelumit kisah saya menjadi ASN adalah catatan sejarah yang diabdikan sepenuhnya untuk Bangsa Indonesia, dan Garut khsususnya sebagai daerah yang hingga kini masih menyandang daerah rawan bencana, berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2013 menduduk  peringkat II sebagai kabupaten rawan bencana di Indonesia. Bagi saya yang terpenting adalah kapan dan dimanapun saya bertugas adalah dapat menjadi inspirator bagi lingkungan kerja saya. Saya hanya bisa mengungkapkan dan meyakinkan melalui kisah pendek yang saya tulis  ini, sebagai ASN yang lahir dari didikan seorang guru SD, yang hingga akhir hayatnya masih menggunakan sepeda untuk mengajar muridnya, kini telah  melahirkan insan yang diharapkan bermanfaat bagi lingkungannya.


Di awal tahun 2017 kembali saya bertugas di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut, sebagai Kepala Seksi Kemitraa Komunikasi Publik. Tentu, selain ingin membanggakan kedua orang tua saya yang sudah meninggal, juga membanggakan istri dan anak saya. Jadi saya harus kembali membuat catatan sejarah baru lagi agar : Saya Semakin Bangga menjadi ASN Anggota KORPRI. Selamat Hari Jadike 47 KORPRI.


S e k i a n !!!

_____________________________________________________________________


Data Penulis :

Nama                             : YANYAN AGUS SUPIANTO

NIP                                 : 19950412 199503 1 003

Tempa/Tgl Lahir            : Garut, 12 April 1967

Status                            : ASN Dinas Kominfo Kab. Garut

Alamat Rumah               : Perum Bumi Malayu Asri RT 02 RW 09

                                        Ds. Sirnajaya Kec. Tarogong Kaler

                                        Kab. Garut

No. Kontak                     : 081322525670

Email                             : afghiansyah@gmail.com

Akun Sosial Media         :

·         Facebook              Share :

www.garutkab.go.id

Dikelola oleh :
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut
Jl. Pembangunan No. 181, Garut, 44151
Provinsi Jawa Barat

+62 262 4895000
diskominfo@garutkab.go.id
diskominfo@garutkab.go.id
Pemkab Garut
pemkab_garut