• Bahasa

Gebyar Pesona Budaya Garut Iringi HJG ke-205

11 Feb 2018 Admin 448

Untuk ke-16 kalinya, Garut menggelar Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG 2018) yang akan berlangsung pada 22 Februari 2018. Event ini bakal istimewa karena berisikan sejumlah prosesi budaya, dalam balutan Garut Creative Expo sehingga otomatis menjadi ajang pertunjukan dan event budaya berbasis ekonomi industri kreatif.

"GPBG ini masuk ke dalam kalender 100 Event Nasional 2018. Kegiatan akan dipusatkan di lapangan olah raga Ciateul Kabupaten Garut," kata Deputi Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana, belum lama ini.

GPBG digelar berbarengan dengan  Hari Jadi Kabupaten Garut (HJG) ke-205 dengan mengusung tema "Gawe Rancage Mawa Raharja" atau Kerja bersama untuk meraih kesejahteraan. GPBG juga akan menginspirasi para seniman dan budayawan. Selain juga akan membuka peluang sebagai media branding yang baik bagi para pelaku seni dan budaya serta Industri Pariwisata.  

Kegiatan ini akan diawali dengan jalan sehat bersama seluruh masyarakat Garut, pada 20 Februari 2018, dan grand opening pada tanggal 22 Februari 2018 pukul 08.00 WIB. Pembukaan akan diisi prosesi budaya dari perwakilan 7 Provinsi dan 10 kabupaten kota se-Indonesia.

"Juga ada penampilan 20 komunitas seni dan budaya, 9 masyarakat adat, perwakilan dari kecamatan dan desa seluruh kabupaten Garut. Puncaknya, akan dimeriahkan pagelaran Wayang Ajen yang fenomenal 24 Februari di Alun-Alun Karangpawitan," ujar Pitana.

Sedangkan Garut kreatif akan diisi lebih dari 500 stan UMKM termasuk perwakilan 4 negara sahabat yang akan ikut berpromosi. Rencananya, 16 duta besar dari negara-negara sahabat akan menghadiri helatan menarik ini.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Budi Gan Gan Gumilar menambahkan, GPBG kali ini sangat istimewa. Karena akan ada pemecahan rekor ORI Sangkar Burung Terbesar di Dunia, sehingga yang meliput tidak hanya media lokal namun juga media internasional.

"Tentu ini istimewa. Tujuannya untuk melestarikan seni dan budaya dan mempromosikan pariwisata. Yang paling penting adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke indonesia," ujar Budi dengan optimistis digelarnya acara ini juga akan menggerakkan perekonomian masyarakat karena wisata Kabupaten Garut ikut terpromosikan kepada wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara.

Sedangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai selama ini, ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya wisman, 60 persen dipengaruhi oleh faktor budaya.

"Jadi ketika ada pertunjukan budaya yang menyentuh hati nurani masyarakat, akan menjadi daya tarik positif yang sangat tinggi. Sehingga berpengaruh dalam peningkatan kunjungan wisman dan wisnus," kata Menteri Arief.

Melihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat Garut, mennurut Menpar, masyarakat sudah sangat siap menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. Terlebih Garut sejak sebelum zaman kemerdekaan sudah dikenal dengan kekayaan budaya, alam dan kulinernya.

"Sekarang ini tinggal meningkatkan promosi Garut agar supaya bangkit lagi pariwisatanya," ujarnya.

Sumber : (Humas Diskominfo), garutkab.go.id

www.garutkab.go.id

Dikelola oleh :
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut
Jl. Pembangunan No. 181, Garut, 44151
Provinsi Jawa Barat

+62 262 4895000
diskominfo@garutkab.go.id
diskominfo@garutkab.go.id
Pemkab Garut
pemkab_garut