garut header
Kamis, 19 Oktober 2017   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Kadisdik Garut Berharapkan Kejaksaan Segera Tuntaskan Kasus DAK 2015

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut Mahmud berharap kasus dugaan korupsi bidang pendidikan bersumber dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2015 di lingkungan Disdik Garut segera tuntas.

Hal itu agar ada kepastian hukum. Sehingga masalah berkaitan kasus tersebut tuntas. Termasuk sanksi akan diberikan kepada pejabat Disdik yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Kami juga ingin proses ini segera tuntas agar masalahnya tuntas juga. Jangankan masyarakat, kami juga berharap pihak kejaksaan segera menuntaskan kasus ini,” kata Mahmud, Rabu (4/12/16).

Berkaitan munculnya desakan sejumlah kalangan agar pejabat Disdik yang diperiksa kejaksaan terkait kasus dugaan korupsi DAK TA 2015 itu dinonaktifkan, Mahmud menegaskan pihaknya belum bisa melakukan tindakan tersebut selama belum ada kepastian hukumnya atas kasus tersebut.

Dia menegaskan pejabat setingkat Kepala Bidang yang masih aktif itu pada mutasi besar-besaran di penghujung 2016 kemarin sudah diturunkan jabatannya menjadi Kepala Unit Pelaksana Teknis.

“Sebelum ada kepastian hukum, saya belum berani memberhentikan yang bersangkutan. Namun sebenarnya yang bersangkutan juga sudah diturunkan jabatannya, dari kepala bidang menjadi kepala UPTD,” ujar Mahmud.

Dia kembali mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan dari Kejaksaan Negeri Garut mengenai perkembangan hasil pemeriksaan atas pejabat maupun sejumlah kepala sekolah di lingkungan Disdik Garut berkaitan kasus dugaan korupsi DAK TA 2015 itu.

Sebelumnya, Kepala Kejari Garut Mamik Suligiono menyatakan pihaknya belum bersedia menyebut nama calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi DAK TA 2015 itu dengan alasan tidak ingin menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Meskipun dia mengklaim kasus tersebut sudah masuk tahap penyidikan.

“Kasus DAK di Dinas Pendidikan Garut tahun 2015 proses hukumnya sudah masuk tahap penyidikan. Insya Allah tersangkanya ada. Kan, dalam tahap penyidikan itu salah satu sasarannya untuk menetapkan tersangka. Proses kita jalan terus, tapi kita harus cerdas. Baik penegak hukum, maupun masyarakatnya, terutama terhadap instruksi-instruksi kepala negara. Bapak Presiden kan minta agar penegak hukum yang menangani kasus korupsi jangan sampai menimbulkan kegaduhan-kegaduhan,” kilahnya.