garut header
Senin, 27 Pebruari 2017   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Harga Cabai di Garut Terus Melambung

Harga sayuran jenis cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Garut masih tinggi. Saat ini hargana berkisar antara Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu. Tingginya harga tersebut, sudah terjadi sejak dua pekan ke belakang.

Akibat tingginya harga cabai tersebut, sejumlah ibu rumah tangga mengeluh. Selain itu, para pedagang pun mengeluhkan hal yang sama. Pasalnya, akibat tingginya harga cabai tersebut, para pedagang mengaku sepi penjualan. Bahkan untuk mendapatkan barang pun mereka kesulitan.

Salah seorang ibu rumah tangga, Rini (24), mengaku mengurangi penggunaan cabai untuk bahan masakannya karena harga jualnya yang tinggi. Untuk satu kilo cabai ia harus merogoh kocek uang Rp 60 ribu.

“Masa harga cabai hampir sama dengan harga daging. Jadi lebih baik dikurangi saja penggunaannya biar ga boros uang belanja,” uangkapnya.

Salah seorang pedagang, Iyen (43), menyebut jika saat ini harga cabai rawit merah dan hijau masih bertahan di harga Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per kilonya. Kenaikan harga itu sudah terjadi sejak libur natal. Menurutnya, kenaikan harga tersebut karena berkurangnya pasokan dari petani.

“Sudah dua minggu lebih harganya belum turun. Biasanya harga cabai itu di kisaran Rp 40 ribu per kilo. Memang akhir tahun kemarin baru panen raya. Jadi sekarang sudah mulai berkurang pasokannya,” ujar Iyen, Rabu (4/1/2017).

Sementara untuk harga sayuran lainnya, tambah Iyen, tak mengalami kenaikan. Harga kol masih bertahan di harga Rp 4 ribu per kilonya. Bawang merah dan putih di kisaran harga Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per kilonya.

“Tomat juga masih Rp 5 ribu sekilonya. Cuma cabai saja yang masih tinggi harganya. Memang permintaan cabai waktu libur kemarin cukup banyak, terus barangnya juga sedikit,” katanya.

Kepala Unit Pelaksana Daerah (UPTD) Pasar Guntur Ciawitali, Ahmad Wahyudin, mengatakan harga cabai rawit di awal tahun ini memang masih mengalami kenaikan. Biasanya harga cabai berada dikisaran harga Rp 45 ribu per kilonya. Namun sudah beberapa minggu ini bertahan di harga Rp 60 ribu per kilo.

“Permintaan maayarakat terhadap cabai rawit merah cukup tinggi, sementara kebutuhannya masih terbatas. Harganya kemungkinan akan turun setelah musim liburan selesai,” ucap Ahmad.

Selain cabai rawit, tutur Ahmad, sejumlah kebutuhan pokok lainnya seperti daging ayam potong saat ini juga masih bertahan di kisaran harga Rp 30 ribu per kilo. Normalnya harga daging ayam dijual seharga Rp 25 ribu per kilo.

“Harga telur ayam juga mengalami kenaikan pasca natal dan tahun baru dari Rp 18 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilo. Sementara untuk kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil,” katanya.