garut header
Sabtu, 16 Desember 2017   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Deklarasi Antikomunisme dan Radikalisme, Ribuan Warga Padati Alun-Alun Garut

RIBUAN warga masyarakat Kabupaten Garut, Jawa Barat, tumpah ruah memadati Lapangan Otista Alun-Alun Garut, Sabtu (18/3/17). Mereka merupakan perwakilan dari aliansi pergerakan mahasiswa, OKP, alim ulama, tokoh masyarakat, dan element masyarakat Garut lainnya.

Kehadiran mereka dengan atribut warna-warni membuat suasana Alun-alun lain dari biasanya. Pekik juang untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus didengungkan. Puncaknya, seluruh elemen masyarakat Kabupaten Garut hari itu bersama-sama mendeklarasikan gerakan Antikomunisme dan Radikalisme.

Acara tersebut dihadiri langsung Bupati Garut, Rudy Gunawan, SH, MH, MP. Danrem 062/Tn, Kolonel Inf. Joko Hadi Susilo, S.Ip. Turut hadir pula Dandim 0611/Garut, Kapolres Garut, dan tamu undangan lainnya.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, NKRI terlahir dari ikatan bersama seluruh komponen bangsa yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Dalam memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia, para pendiri bangsa, para syuhada, dengan susah payah mengorbankan segalanya. Bahkan, mereka sampai mengorbankan harta dan nyawa sekalipun, demi sebuah kemerdekaan dan Pancasila sebagai warisan besar yang harus dipertahankan keberadaannya.

Lebih jauh dikatakan, ragam suku bangsa, agama, ras dan budaya, tidak menjadi penghalang bagi kita untuk mencapai kebersamaan serta satu pemahaman dalam menjaga kesatuan dan persatuan NKRI. Anugerah yang diberikan Allah SWT kepada kita atas Negara dan Bangsa ini, begitu sempurnanya. Alam yang kaya raya, ragam budaya, budi pekerti yang bernilai tinggi, merupakan modal dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ancaman terhadap ideologi bangsa telah terjadi pada tahun 1965 yang dikenal dengan gerakan G-30 S PKI. Karenanya, sangat penting untuk menapaki kembali perjalanan sejarah perjuangan bangsa terutama pada saat-saat munculnya gerakan pengkhianatan G-30 S PKI tahun 1965, yang mungkin sudah terlupakan oleh generasi bangsa saat ini.

Perlunya pemutaran atau pengingat sejarah bangsa terhadap kekejaman yang telah dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI), sebagai bentuk penyadaran sejarah generasi muda bangsa Indonesia khususnya generasi muda di Kabupaten Garut, bahwa faham komunisme dan radikalisme sangat bertentangan dengan azas dan ideologi bangsa Indonesia serta tidak ada tempat di bumi Pertiwi kita.

Dengan melihat situasi dan kondisi sekarang, ancaman kebangkitan ideolgi komunis dan radikalis, harus dicegah dan dihentikan. NKRI, Pancasila, dan UUD 1945, adalah dasar penting bangsa ini yang tidak bisa ditawar lagi untuk menuntaskan berbagai persoalan kebangsaan, harus menjadi tanggung jawab kita bersama.

Pemerintah sebagai yang menjalankan amanat rakyat, harus memiliki komitmen pada pemberantasan, pencegahan, sekaligus penyadaran di masyarakat tentang bahaya laten komunis dan radikalis. Untuk keluar dari berbagai persoalan yang sedang ada di hadapan kita, beberapa langkah strategis harus diambil dalam menata kehidupan demokrasi berbangsa bernegara ke depan.

Adapun bunyi kesepakatan Aliansi Pergerakan Mahasiswa, OKP, Alim Ulama dan seluruh elemen masyarakat Garut, sebagai berikut : Segenap elemen bangsa di Kabupaten Garut menolak faham komunisme dan radiaklisme karena tidak sejalan dengan adat, budaya bangsa Indonesia, dan Dasar Negara yaitu Pancasila dan UUD 1945. Semua elemen bangsa yakni, Pemerintah bersama rakyat bertanggung jawab menyosialisasikan gerakan antikomunisme dan radikalisme, serta harus bersih dari orang-orang yang berfaham komunisme dan radikalisme.