garut header
Jumat, 21 Juli 2017   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Sekda Alirahman Memandang Perlu Aparatur Merubah Mindset dan Culture Set

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, H. Iman Alirahaman, SH., M.Si, mengingatkan para pegawai dilingkungannya untuk bekerja secara profesional, karena dengan alasan kedekatan, kecenderungan bekerjanya pun mengikuti selera pribadi, sehingga melupakan hakikat kerja yang sebenarnya harus dilakukan.

Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan arahan pada apel gabungan pegawai di lingkungan Pemkab Garut, di Lapang Setda Kabupaten Garut, Senin (20/3/2017), yang dihadiri lengkap para asisten, staf ahli bupati, para kepala SKPD, dan peserta apel.

Sekda Iman menyebutkan dua hal penting yang harus benar-benar dipegang para PNS, yaitu, pertama; perubahan mindset (pola pikir) dan culture set (budaya). Menurutnya, perubahan culture set dan mind set aparatur negara baik positif maupun negatif yang sudah lama tertanam merupakan kunci dan tolak ukur dari keberhasilan reformasi birokrasi pemerintah. SKPD diminta terus meningkatkan culture set dan mind set yang positif agar perubahan yang lebih baik dapat terwujud.

Yang kedua, tahun ini pemerintah Kabupaten Garut mencanangkan tahun 2017 sebagai Tahun Displin. Menurutnya, persoalan disipilin saat ini sebenarnya tidak harus selalu diingatkan, namun sudah menyentuh penerapan sanksi manakala aparatur melanggar aturan dispilin yang berlaku. “Saya kira kita tidak akan merasa nyaman ketika menegur atau ditegur karena sesuatu hal menyangkut kinerja kita, padahal negara sudah memberikan kesempatan yang luas pada kita”, ujar Sekda, seraya menyebutkan dengan pegawai sebanyak 16 ribuan dengan anggaran belanja pegawai mencapai 1,8 triliun rupiah dari APBD 3,7 triliun rupiah, belum lagi perpanjangan masa kerja dari 56 menjadi 58 tahun, bahkan pejabat tinggi pratama mencapai usia 60 tahun, seharusnya diimbangi dengan semangat dan kinerja yang baik yang implementasikan melalui perjanjian kerja. “Sebagai Pembina PNS, saya dituntut untuk menempatkan pegawai yang memiliki semangat. Jadi lama atau sebentar tergantung Saudara, organisasi hanya memantau kinerja Saudara”, tegasnya.

Sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Penilaian dan Penerapan Disiplin (MP3D), Iman Alirahman menegaskan kembali agar pelanggaran disiplin jangan dianggap main-main. Persoalan disiplin berat akan langsung ditangani MP3D, bukan lagi dikembalikan kepada atasannya masing-masing, tiada lain agar ada efek jera bagi pelanggar disiplin.