garut header
Jumat, 28 April 2017   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Pemkab Garut Bersedia Validasi Ulang Data Korban Banjir Cimanuk

Pemkab Garut mengakui koordinasi antar-Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berkaitan pendataan dan penanganan korban terdampak banjir bandang sungai Cimanuk kurang berjalan dengan baik.

Namun begitu, upaya perbaikan terus dilakukan. Termasuk melakukan ulang pendataan berikut verifikasi, dan validasi data korban serta data kerusakan dampak banjir bandang Cimanuk yang terjadi pada 20 September 2016 yang mendapatkan perhatian secara nasional itu.

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Iman Alirahman menanggapi desakan sejumlah aktivis lembaga relawan tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Banjir Indonesia (AMPIBI) agar Pemkab Garut secepatnya melakukan pendataan, verifikasi, dan validasi ulang jumlah korban dan kerusakan terdampak banjir Cimanuk saat beraudensi di gedung DPRD Garut pada hari Jumat (17/3/17) lalu.

“Menyangkut validasi data. Pada dasarnya kami tidak keberatan. Tapi sekali lagi, kami ingin yang memvalidasi itu bertanggung jawab berperan serta. Saat tanggap darurat, betapa sulitnya orang berikan kesaksian orang itu pengungsi atau tidak. Siapapun orang yang mengatakan itu pengungsi maka harus dapat bertanggung jawab. Karena tanggung jawab keuangan itu tidak bisa berhenti pada satu kurun waktu tertentu,” kata Iman.

Dia pun mengingatkan para pejabat SKPD Pemkab Garut membangun sinergi supaya dapat menciptakan pemetaan. Sehingga apa yang menjadi prosesi atau temuan di lapangan berkaitan data kerusakan dan korban terdampak banjir Cimanuk dapat disatupadukan sebagai bagian dari upaya maksimal menangani korban banjir Cimanuk. Termasuk pengungsi.

Kendati pihaknya mesti berhati-hati dalam penanganan bencana, Iman kembali menegaskan bila pihaknya menyetujui dilakukannya validasi data kerusakan dan korban banjir Cimanuk tersebut. Sehingga secara teknis, data diperoleh menjadi akurat, dan kredible.

“Saya setuju. Untuk validasi data, mari kita lakukan ! Saya ingin hal-hal menyangkut pertimbangan, dan penggantian (kerugian korban) itu benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya lagi.

Iman menekankan, penanganan berkaitan soal pengungsi menjadi tanggung jawab Kepala Dinas Sosial selaku koordinator. Sedangkan persoalan relokasi menjadi tanggung jawab Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan, dan persoalan persiapan pelaksanaan relokasi berada di bawah koordinasi Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah.

Iman menandaskan, seluruh persoalan tersebut bukan hanya tanggung jawab kepala dinas dan badan terkait, melainkan juga menjadi tanggung jawab seluruh pejabat di bawahnya.