garut header
Jumat, 21 Juli 2017   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Kementerian LHK Akan Tanam Benih Pohon di Garut Pakai Pesawat

PADA tahun 2017 sekarang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan menanam benih pohon menggunakan pesawat terbang di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut. Program penanaman itu merupakan upaya penghijauan kawasan hutan lindung yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Garut.

Humas Perum Perhutani KPH Garut, Tisna Rayadi menjelaskan, rencana nya penyebaran benih pohon dengan pesawat terbang itu akan dilakukan seluas 4.000 hektar di kawasan hutan lindung Kecamatan Pasirwangi.

Tujuannya adalah untuk mengembalikan lagi fungsi hutan lindung di Garut yang sekarang banyak beralih dari tanaman keras ke tanaman semusim.

“Pilot project nya kita akan mulai di kawasan hutan Kecamatan Pasirwangi,” kata Tisna saat ditemui di kantornya, belum lama ini.

Penyebaran benih menggunakan pesawat terbang ini dipilih agar penyebaran nya tampak natural. Kemudian jika dikalkulasikan, memang jauh lebih murah ketimbang menanam secara manual.

Namun pihaknya sekarang masih bernegosiasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terkait pertimbangan-pertimbangan lokasi mana saja yang aman untuk dilakukan penyebaran benih.

Mengingat hutan sekitar Pasirwangi ini banyak aktivitas masyarakat, sehingga penanaman harus direncanakan secara matang agar tidak menimbulkan bahaya kepada masyarakat.

“Perhutani sekarang sedang bernegosiasi dengan kementerian LHK. Kita memberikan masukan. Karena biji sebesar lada saja kalau ditembakan dari atas kan jadinya cukup berbahaya,” katanya.

Lebih jauh Tisna menjelaskan, Perhutani sekarang juga akan semakin mempertegas sikap mereka untuk menutup aktivitas alih fungsi lahan. Pihaknya perlahan akan berusaha menggiring masyarakat untuk beralih dari aktivitas menanam sayuran kepada tanaman keras.

Pola kerja sama pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) tetap akan ada. Yang tidak diperkenankan di sini adalah aktivitas nonprosedural yaitu menanam tanaman semusim.

Pola PHBM yaitu pemanfaatan kawasan di bawah tegakan akan tetap dilaksanakan. Tentu nya dengan komoditi yang diperbolehkan secara aturan.