garut header
Selasa, 24 Oktober 2017   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Wakil Bupati Garut, Pemkab Akan Jamin Perawatan Kinanti

Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, menanggapi kasus Kinanti (7), anak dari Ai Lisna Afifah warga Kampung Kondang RT01/04 Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, yang mengalami kelumpuhan diduga dampak dari Imunisasi Rubella, dan kini masih terbaring di ruang Mutiara RSUD dr. Slamet Garut.

Helmi membantah pihak RSUD dr. Slamet tidak memiliki anggaran untuk biaya pengobatan Kinanti. Penanganan medis, kata Helmi, harus melalui beberapa tahapan dan untuk kasus Kinanti pihak Pemkab Garut sudah menyiapkan upaya untuk dibawa ke RSHS Bandung. Informasi yang diterima selain keterbatasan alat, kesediaan obat juga menjadi kendala bila Kinanti dirawat disini, ujar Wabup.

“Untuk kesehatan itu kan tahapannya. Ada pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, artinya ada porsi masing-masing. Dan untuk kasus Kinanti berdasarkan laporan harus mendapatkan tindakan dari RS. Hasan Sadikin yang merupakan tempat rujukan paling tinggi karena fasilitas dan obat-obatan tidak sebanding di RSUD dr. Slamet,” ujar Helmi kepada wartawan, Kamis (12/10).

Adapun terkait pernyataan bahwa pihak RSU dr. Slamet Garut tidak memiliki anggaran, Helmi mengatakan permasalahannya bukan urusan dana tapi tenaga ahli. Hanya karena saat ini tempat dan jadwal di RSHS sedang penuh, sehingga pasien Kinanti untuk sementara di rawat dulu di RSU dr. Slamet.

“Pemkab Garut akan menjamin biaya pengobatan Kinanti sampai perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikit meski menggunakan KIS (Kartu Indonesia Sehat). Adapun berkenaan dengan kondisi Kinanti yang katanya lumpuh usai di Imunisasi Rubella, itu perlu di buktikan oleh tenaga ahli,” pungkas Wakil Bupati Garut.