garut header
Selasa, 25 April 2017   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
DPRD Garut Kembali Digoyang Isu Perkeliruan

Untuk kesekian lainnya, DPRD Garut digoyang Isu tentang perkeliruan. Kali ini isu itu menyebutkan, sebanyak 22 anggota DPRD Garut menerima kredit sebesar Rp 17 miliar dari mantan pejabat di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Anton Heryanto. Pemberian kredit dilakukan ketika masih menjadi Kasi di BPKD.

Dengan demikian, menurut isu itu, sebanyak 22 anggota DPRD Garut tersebut turut “berjasa” dalam menghabiskan dana APBD Garut tahun 2007. “Karena itu, 22 anggota DPRD Garut tersebut harus diperiksa aparat penegak hukum,” demikian sumber yang menolak disebutkan identitasnya, Minggu (21/10).

Ust. Ahab Syihabudin, St., anggota Komisi A dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku telah mendengar isu tersebut. Isunya bahkan santer sekali. Namun, ia menyangsikan keakuratannya. “Ya, isu itu memang santer, tapi keakurasiannya disangsikan,” kata Ahab.

Senada dengan itu, disampaikan Ketua Komisi C DPRD Garut Ir. Lucky Lukmansyah Trenggana. Ia mengatakan mendengar isu itu karena pernah ada yang mempertanyakannya.

Ia mengatakan, isu itu sama sekali tidak benar. Ia bahkan mengatakan bahwa isu itu sama sekali tidak berkualitas. “Saya justru ingin sekali bertemu dengan pemberi isu tersebut. Saya akan menantangnya untuk bisa membuktikan kebenaran isu itu,” ujarnya.

Kepada “PR”, Lucky menyatakan kekesalannya. Pasalnya, selama ini ada saja pihak yang mencoba mengobok-obok dewan. Mending dasarnya jelas, sedangkan yang terjadi, upaya mengobok-obok dewan dengan dasar yang tidak jelas. Karena itulah, ia mengaku bosan untuk mengomentari hal-hal yang tidak jelas tersebut.

Dihubungi terpisah, pejabat yang dimaksud dalam isu tersebut, Anton Heryanto juga mengatakan bahwa isu itu sama sekali tidak berdasar. “Kalau memang benar, saya zakatkan semua kepada wartawan,” ujarnya, seraya menanyakan dari mana sumber isu yang tidak jelas tersebut.

Isu sebelumnya yang menerpa DPRD Garut adalah soal dugaan penyelewengan dana penjaringan aspirasi masyarakat (jaring asmara). Dana tersebut sejatinya ditujukan untuk masyarakat, namun oleh sejumlah oknum anggota DPRD Garut digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri. Namun semua itu, dibantah oleh anggota DPRD Garut.