
Pemkab Garut mulai membidik Gunung Sadahurip sebagai objek wisata khusus dengan istilah Arkegeotourism (Wisata Arkeologi dan alam), menyusul gencarnya pemberitaan di media massa tentang keberadaannya yang konon menyimpan misteri. Rencana itu sempat dikemukakan Bupati Garut H. Aceng HM. Fikri, sesaat setelah acara tasyakur Hari Jadi ke-199 Kabupaten Garut.
Bupati menginginkan daerah ini bisa menjadi objek wisata minat khusus, selain gunungnya berbentuk mirip piramid, mereka yang berminat bisa mengunjunginya, diharapkan daoat mendongkrak ekonomi masyarakat setempat. “Kita menginginkan daerah ini ditata secara baik, termasuk pemukiman-pemukiman yang nantinya dijadikan tempat istirahat para pengunjung. Jadi, keasliannya tetap dijaga, namun harus tetap memperhatikan kearifan lokal di sana”, ujarnya.
Pemkab Garut berharap lokasi itu menjadi cagar budaya nasional. Arkegeotourism ini sedang dikonsep betul, agar tidak mengganggu kehidupan warga setempat. “Kita sedang mendisgn, jadi bila dibuka untuk tempat wisata, masyarakat tidak perlu mengubah apapun. Ditata saja. Rumah warga pun bisa disewakan ke pengunjung yang mau menginap,” jelas Aceng.
Menurutnya kondisi di Sadahurip masih alami, tanah pesawahan dan tanah Perhutani. Namun kini, ratusan orang sudah datang setiap minggunya. “Jadi saya berharap, imbasnya masyarakat disini jadi sejahtera”, pungkasnya