placeholder for flash movie
Rabu, 03 September 2014   English | Sunda
Sukses Terus Untuk Pemerintah Kab.Garut, kembangkan…
assalamualikum wr wb. Mau bertanya, formasi…
Assalammualaikum.. Perkenalkan, saya nadia.. Mau bertanya,…
Dirgahayu RI ke 69, jayalah selalu…
SMS
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
Penghargaan
Sindikasi
rss2 berita
Empat Pelaku Curas Bertekuk Lutut

Empat dari enam komplotan pencurian dengan kekerasan (curas) yang kerap beraksi di dalam angkutan umum diciduk Satreskrim Polres Garut, Selasa (15/1). Mereka melakukan aksinya di berbagai kota besar seperti Bandung, Tasikmalaya, Banjar, Garut, dan beberapa kota lainnya di Jawa Tengah. Dua tersangka dilaporkan melarikan diri.

Keempat pelaku curas dengan modus hipnotis itu, DS (20) dan AS, warga Kec. Talangpadang, Kab. Tanggamus, Lampung; LM (25), warga Kec. Ciparay, Kab. Bandung; dan RG, warga Kec. Pugung, Kab. Tanggamus, Lampung.

Mereka diciduk di perkampungan warga di Banyuresmi, Kab. Garut. Mobil Xenia nopol D 1433 VT yang mereka tumpangi terjebak di jalan buntu di Komplek Perumahan Banyu Herang Regency, Jalan Hasan Arif, Kec. Banyuresmi saat be-rusaha menghindari kejaran petugas.

“Kami menciduk empat tersangka curas yang kerap beraksi di berbagai kota. Di Garut, komplotan ini sudah melakukan pencurian di 19 TKP. Proses penangkapan cukup lama karena para tersangka melarikan diri dengan cara berpencar memasuki perkampungan. Bahkan satu di antaranya ada yang ngumpet. Namun kepalanya kelihatan sehingga kami bisa menangkapnya,” jelas Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Dadang Garnadi, Rabu (16/1).

Kawanan pencuri keluar dari dalam mobil setelah kendaraan yang diguakannya menemui jalan buntu. Selanjutnya mereka berpencar, namun karena tidak mengenal medan, empat di antaranya tertangkap. Dua lainnya, NN dan AV kini buron.

Penangkapan berawal saat korban, Dewi Ariyanti (37), penumpang angkot yang tengah melintasi Jln. Otista Kec. Tarogongkaler berteriak karena merasa keselamatannya terancam. Teriakannya terdengar petugas kepolisian yang tengah berpatroli.

Setelah memperdaya korban, para pencuri turun dari dalam angkot dan menggunakan mobil lainnya. Polisi berusaha melakukan pengejaran. Sadar dibuntuti petugas, kawanan pencuri tancap gas hingga terjadi kejar-kejaran. Namun kendaraan mereka memasuki jalan buntu.

Geng motor

Sementara itu, enam anggota geng motor yang selama ini meresahkan warga dibekuk petugas dari beberapa tempat berbeda. Tiga tersangka diringkus anggota Polsek Cianjur dan tiga lainnya ditangkap Polsek Karangtengah.

Kapolres Cianjur, AKBP Agustri Heryanto melalui Kabag Ops., Kompol Gatot Satrio Utomo mengatakan, penangkapan enam anggota geng motor dilakukan setelah petugas melakukan pengejaran.

“Keberadaannya sudah sangat meresahkan, bahkan cenderung sadis. Ada salah satu korban yang sampai dibacok. Makanya kita terus mengejar geng motor ini dan akhirnya kami tangkap berikut barang bukti berupa 6 sepeda motor dan senjata tajam,” kata Gatot, Rabu (16/1).

Para anggota geng motor yang tertangkap ini berusia antara 18-23 tahun dan ada yang masih kuliah.

“Modusnya memepet motor, kemudian membacok korban dengan samurai atau pakai alat setrum,” katanya.

Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Biro Jasa & Layanan Umum
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
September 2014
SuMoTuWeThFrSa
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer