garut header
Jumat, 12 Pebruari 2016   English | Sunda
rss2
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
assalamu'alaikum mohon informasinya, saya salah satu…
Assalamualaikum Sampurasun Ku reueus ninggali kamajuan…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
80 Persen Anak di Garut Terlantar

Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut, mencatat ada 40 ribu anak terlantar berkeliaran di Garut. Pihaknya mensinyalir faktor ekonomi dan keluarga sebagai penyebab tingginya anak terlantar di Kabupaten Garut.

Kasi Pengembangan Sosial Disnakersostrans, Kabupaten Garut, Dadang Bunyamin menuturkan bahwa anak terlantar dibagi menjadi beberapa kategori, diantaranya terlantar murni, anak jalanan, korban narkotika dan banyak lagi. Urutan pertama ditempati anak terlantar murni, yakni mencapai 80 persen, sedangkan kategori anjal hanya di kisaran 724 anak atau sekitar 2 persen.

Biasanya, anak dengan kategori terlantar murni adalah anak yang tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya, seperti kebiasaannya berubah lantaran faktor ekonomi.

“Jadi kalau biasanya dia makan tiga kali sehari, namun karena faktor ekonomi jatah makannya berkurang jadi dua kali sehari. Jangan heran bila jumlah anak terlantar murni lebih banyak, karena tersebar hingga ke pelosok desa,” Kata Dadang, Selasa (26/3).

Kemudian untuk menanggulangi kategori tersebut, harus mengoptimalkan lembaga kesejahteraan sosial anak, dalam ini di Kabupaten Garut, untuk selanjutnya dikirim ke panti yang dikelola Dinsos Jabar.

Kendati begitu, pihaknya menilai penanggulanganannya tidak akan optimal, jika hanya mengandalkan panti. Artinya perlu ada rumah singgah untuk pembinaan sementara anak terlantar sebelum akhirnya disalurkan ke lembaga lain dan peran serta masyarakat membantu menangani anak terlantar di luar panti. Terlebih jumlah panti di Kabupaten Garut hanya 38 panti dan dikelola non pemerintah.