placeholder for flash movie
Rabu, 28 Januari 2015   English | Sunda
Maaf kepada bapak/ibu pengurus web yang…
AssalamuaalaikumSelamat pagi..khusus buat Anda...iya...Anda...betul..buat anda,buat siapa…
Pengumuman Kelulusan CPNS Kab. Garut 2014.…
Saya bukan orang Garut, tapi saya…
SMS
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
Penghargaan
Sindikasi
rss2 berita
Gunung Guntur Kritis

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono menyatakan, kondisi Gunung Guntur di Kab. Garut beberapa kali kritis. Gunung berapi di kawasan Tarogong Kaler ini beberapa kali mengalami gempa tremor yang terjadi secara terus-menerus.

“Gempa tremor yang terjadi secara terus-menerus mengisyaratkan Gunung Guntur dalam keadaan kritis,” jelas Surono saat ditemui di pos pengamatan Gunung Guntur di Kampung Cukangkawung, Desa Sirnajaya, Kec. Tarogong Kaler, Kab. Garut, Selasa (9/4).

Dikatakan, berdasarkan hasil pengamatan gempa tremor Gunung Guntur sudah terjadi sebanyak tiga kali. Keadaan itu terjadi sejak statusnya meningkat dari normal menjadi waspada pada Selasa (2/4) lalu. Gempa tremor kembali terjadi pada Sabtu (6/4) dan Minggu (7/4) secara terus-menerus. Terakhir, pihaknya mencatat gempa tremor terjadi Selasa (9/4) hingga pukul 13.00 WIB.

“Gempa tremor ini merupakan babak terakhir, selanjutnya meletus. Pada gunung api lain, jika sudah tremor pasti meletus. Namun pada Gunung Guntur tidak karena ada faktor lain seperti adanya penyumbatan di puncak gunung,” katanya.

Namun dia belum dapat memastikan apakah dangkalnya aktivitas Gunung Guntur itu akibat desakan magma, uap air atau gas. Namun biasanya, pada letusan pertama sebuah gunung api, yang pertama menyembur tidak langsung magma, melainkan uap air atau gas.

Penentuan status

Munculnya tremor di gunung api paling besar di Kab. Garut itu juga pada awalnya diragukan. Dugaan awal akibat terjadinya hujan. Akan tetapi, saat hujan reda tremor masih tetap terjadi secara turun naik. Hal ini menunjukkan gerakan tersebut bukan terjadi akibat hujan namun benar-benar akibat adanya aktivitas gunung api.

“Kami cukup kesulitan menentukan status Gunung Guntur saat ini. Kalau untuk gunung api yang lain, kemunculan tremor paling tidak sudah bisa meningkatkan status gunung tersebut, paling tidak pada level siaga. Namun karena berbagai pertimbangan, untuk Gunung Guntur kami harus betul-betul cermat,” jelasnya.

Karena itu, kondisi Gunung Guntur seperti ini baginya merupakan sebuah dilema. Waktu akan menaikkan statusnya dari normal menjadi waspada, pertimbangannya sendiri sudah sejak Oktober 2012. Begitu juga ketika akan menaikkan kembali statusnya ke level siaga. Hal ini mengingat risiko bencananya yang sangat tinggi.

Pertimbangan lain, saat Gunung Guntur dinyatakan berstatus siaga kegiatan dengan radius lima kilometer dari puncak harus segera ditutup. Aktivitas warga harus dihentikan dan mereka diungsikan. Padahal belum tentu juga gunung itu akan meletus.(B.121)**

Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Biro Jasa & Layanan Umum
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
January 2015
SuMoTuWeThFrSa
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer