garut header
Kamis, 08 Desember 2016   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Leuwigoong Segera Mempunyai Mapolsek Baru

Keinginan warga Leuwigoong, Garut untuk memiliki kantor polisi yang lebih representatif sepertinya bakal segera terwujud. Hal ini diperkuat dengan dimulainya proses pembangunan markas kepolisian sektor (mapolsek) baru sejak Kamis (2/5). Jika tidak ada halangan, proses pengerjaannya akan dilakukan selama seratus hari kerja atau selama tiga bulan lebih sepuluh hari.

Kapolsek Leuwigoong, Ipda Jonnaidi menyebutkan, pihaknya berusaha mempercepat proses pembangunan mapolsek baru itu agar bisa segera dipergunakan. Dengan harapan, pelayanan terhadap masyarakat bisa semakin ditingkatkan. Terlebih lokasi mapolsek baru berada di tempat yang lebih strategis sehingga mudah dijangkau dari berbagai tempat.

“Proses pembangunan mapolsek baru sudah dimulai pada hari Kamis (2/5). Namun menurut informasi yang saya terima dari Pak Kapolres, peletakan batu pertama akan dilakukan langsung oleh Kapolda Jabar pada pertengahan Mei mendatang. Namun, meski secara resmi pembangunannya dilakukan setelah peletakan batu pertama, para tukang dan pekerja bangunan lainnya tetap bekerja sesuai target,” jelas Jonnaidi, Jumat (3/5).

Lebih jauh perwira yang akrab disapa Bang Jon ini mengatakan, kantor polsek baru dibangun pada sebidang tanah seluas 68 tumbak. Luas bangunan sekitar 210 meter persegi dengan alokasi anggaran di atas Rp 500 juta dari APBN. Sisa lahan bisa dipergunakan tempat parkir kendaraan. Areal parkir yang cukup luas membuat pemilik kendaraan lebih nyaman.

Dibangunnya kantor polsek baru itu, menurut Jonnaidi berawal atas desakan warga yang ingin memiliki kantor polsek yang lebih memadai. Kantor polsek yang ada saat ini yang berlokasi di Kampung Cikoang, Desa Sindangsari, terlalu kecil serta tidak memiliki lahan parkir. Lokasinya juga kurang strategis karena terlalu menjorok ke dalam perkampungan. Warga merasa kondisi mapolsek saat ini membuat pelayanan kepolisian kurang optimal.

“Mengingat kebutuhan mapolsek yang lebih representatif sangat diperlukan, warga Leuwigoong yang dikoordinasi Kades Sindangsari, Bangbang menggalang dana untuk pembebasan lahan. Itikad baik warga mendapat dukungan Camat Leuwigoong, Jujun Juhana. Dalam waktu relatif singkat, dana itu terkumpul, sehingga penyediaan lahan pun terwujud. Dengan demikian, lahan yang saat ini mulai dibangun, mutlak hibah dari masyarakat,” jelasnya.