placeholder for flash movie
Jumat, 18 April 2014   English | Sunda
assalamu'alaikum. Hapunteun nu kasuhun. abdi warga…
Asslamualaikum.. mau tanya adakah lowongan kerja…
assalamualaikum adakah diantara pengunjung buku tamu…
assalamu'alaikum wr wb. salam sejahtera untuk…
SMS
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
Penghargaan
Sindikasi
rss2 berita
30 Pengaduan Setiap Bulan, Leasing Paling Bermasalah

Perselisihan antara konsumen dan pihak perusahaan leasing menjadi persoalan yang paling sering terjadi di Kab. Garut. Hal ini terlihat dari banyaknya pengaduan yang diterima Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Yudha Putra Garut.

Menurut Direktur LPK Yudha Putra, Rahmat Permana, dalam dua tahun terakhir ini, perselisihan antara debitur dan leasing mencapai 70 persen dari sekitar 200 perkara yang ditanganinya. Lembaga ini menerima pengaduan antara 20 - 30 orang per bulan.

“Saat ini pengaduan yang kami terima lebih dominan para konsumen atau debitur kendaraan. Umumnya mereka merasa diberlakukan tidak adil karena pihak leasing melakukan penarikan kendaraan secara sepihak, meski konsumen sudah melakukan kewajibannya di atas 80 persen. Atas dasar pengaduan itu, kami berupaya melakukan mediasi dengan pihak leasing untuk menyelesaikan masalah ini,” tutur Rahmat saat ditemui di kantornya, Jumat (3/5).

Padahal menurutnya, selama ini banyak perusahaan leasing yang melanggar atau tidak mematuhi Kepmen dan UU No. 42/1999 tentang Fidusia. Di mana perjanjian antara konsemen dengan leasing dilakukan di hadapan notaris. Namun kenyataannya, perjanjian dibuat secara sepihak dan dipersiapkan sebelumnya.

Dengan demikian, hal seperti itu merupakan bentuk pelanggaran atau upaya melawan hukum. Tetapi, pelanggaran hukum yang dilakukan pihak leasing itu malah membuat posisi konsumen menjadi lemah.

“Pengaduan yang kami terima tidak hanya debitur sepeda motor, melainkan juga kendaraan roda empat dan lebih. Memang tidak seluruh sengketa bisa kami selesaikan. Namun setidaknya, hampir 90 persen bisa dituntaskan,” tambahnya.

Sengketa bank

Urutan kedua perkara sengketa yang masuk ke lembaganya, yakni perselisihan antara nasabah dengan bank. Ini terjadi hampir di seluruh bank yang ada di Kab. Garut. Perkara yang paling menonjol pihak bank melakukan lelang objek jaminan kredit tanpa melalui putusan pengadilan saat terjadi “kemacetan debitur”. Proses lelang dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik objek jaminan kredit. Ketidaktransparanan itu membuat nasabah merasa dirugikan.

Mengingat tingginya angka perselisihan yang melibatkan konsumen dan pihak pengusaha, Rahmat berpendapat, di Kab. Garut perlu dibangun peradilan konsumen melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Biro Jasa & Layanan Umum
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
April 2014
SuMoTuWeThFrSa
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer