garut header
Selasa, 27 September 2016   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Pameran Permuseuman Kepurbakalaan Digelar Di Pendopo

Berselang sehari selepas dilaksanakannya pameran pembangunan dan ekonomi kreatif yang berlangsung seminggu penuh, pameran kembali digelar dalam rangka memeriahkan hari jadi Garut ke 2 Abad. Hari ini, Selasa (6/5) di pusatkan gedung Pendopo Kabupaten sampai dengan Sabtu (11/5), digelar pameran keliling “Permuseuman dan kepurbakalaan” yang dilaksanakan Dinas Periwisata dan kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut bekerjasama dengan museum Sri Baduga dan Disparbud Propinsi Jawa Barat.

Pameran yang di Buka Asisten Perekonomian Setda Garut Ir Eddi Muharam,M.Si diikuti 16 Stand beberapa kabupaten di Jawa Barat serta Stand-stand dari 3 Propinsi tetangga. Berikut Museum yang ikut serta memeriahkan pameran Hari Jadi Garut ke 2 abad: Museum Kebangkitan Nasional (DKI Jakarta), Museum Sumpah Pemuda (DKI Jakarta), Museum Perumusan Naskah Proklamasi (DKI Jakarta), Museum Amerta Dirgantara dan Museum Rumah Sejarah kalijati (Subang), Museum Konfrensi Asia Afrika (Bandung), Museum Penerangan TMII ( DKI Jakarta), Museum Transfortasi TMII, Museum Geusan Ulun (Sumedang), Museum Pos (Bandung), Museum Basuki Abdulah (Jakarta), Balai Arkeologi (Bandung), Balai kepurbakalaan Sejarah dan Nilai Tradisional Jawa Barat, Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang (Banten), Museum Benteng Vredeburg (DI Jogjakarta, Museum Sri Baduga (Bandung) dan Museum Disparbud Kabupaten Garut.

Kepala Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga, Dra Ani Ismarini mengatakan pameran ini merupakan salah satu upaya “ngawanohkeun” museum dan benda tinggalannya kepada masyarakat. Untuk di kabupaten Garut, Pameran tahun ini yang kedua kalinya di selenggarakan, ini bagian dari kami ikut serta memeriahkan Kabupaten Garut yang sedang memperingati ulang tahun ke 200-nya. Pada kesempatan kali ini, kami juga sengaja mengikutsertakan museum-museum dari luar propinsi Jawa Barat.

Pameran ini kiranya dapat dijadikan event dan wahana dalam rangka mengenal dan memahjami nilai-nilai warisan budaya yang terkandung dalam benda bernilai seni, kepurbakalaan dan permuseuman.Kegiatan Pamrena ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap arti pentingnya permuseuman dan kepurbakalaan,Kata Ani.

Melalui pameran ini, harap Ani, dapat menumbuhkan kesadaran, meningkatkan pengetahuan dan wawasan dibidang sejarah, seni, dan nilai tradisional serta kepurbakalaan. Pameran ini sasarannya tidak hanya ditujukan kepada kalangan siswa SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, juga kepada Intansi pemerintah/swasta serta masyarakat umum.

Mewakili Bupati, Ir Eddi Muharam mengatakan pentingnya masyarakat Garut mengetahui akar nilai sosiologis dan budayanya. Melalui itu, kita akan dapat belajar bagaimana para sesepuh Garut, membangun akar komunalisme, budaya dan nila-nilai adiluhung, yang pada akhirnya mampu mempersatukan kelompok-kelompok masyarakat. Dengan pemahaman itu, diharapkan terinternalisasi dan tumbuh kebersamaan.

Melalui pengenalan sejarah dan perkembangan masyarakat Garut sejak dahulu sampai sekarang, diharapkan menjadi momentum bagi semua untuk terus menumbuhkan persatuan sebagai warga Garut, dan kebanggaan terhadap budaya daerah,pungkasnya.