placeholder for flash movie
Jumat, 19 Desember 2014   English | Sunda
Hasil CAT Tes Kompetensi Dasar (TKD)…
Bangga saya jadi orang Garut, setiap…
Assalamualaikum, min maaf mau tanya. Kira2…
Tampilan websitenya sangat bagus, semoga sukses,…
SMS
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
Penghargaan
Sindikasi
rss2 berita
Gunung Guntur Normal

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Garut, Zatzat Munazat menyebutkan, status Gunung Guntur diturunkan kembali dari waspada menjadi normal. Keputusan tersebut berdasarkan Surat Nomor 1141/45/BGL.V/2013 dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Selasa (7/5) pukul 17.00 WIB. Warga diminta tenang dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Penurunan status ini didasarkan pada kajian secara visual, frekuensi kegempaan, suhu mata air, dan deformasi Gunung Guntur yang mengalami perubahan sampai kondisinya bisa dikatakan normal. Maka dari itu, warga yang berdomisili di sekitar Gunung Guntur bisa beraktivitas dengan tenang. Begitu pun para wisatawan bisa kembali berwisata ke kawasan Cipanas tanpa ada yang perlu dikhawatirkan,” papar Zatzat, kemarin.

Sebelumnya, PVMBG menaikkan status Gunung Guntur dari normal menjadi waspada pada Selasa (2/4). Hal ini didasarkan pada intensitas kegempaan vulkanik dan tektonik pada gunung tersebut yang melonjak. Bahkan Gunung Guntur sempat dinyatakan kritis dengan munculnya gempa tremor sebanyak tiga kali pada Selasa (2/4) hingga Selasa (9/4).

Selama masa waspada, BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Garut, dan Kodim 0611 Garut, gencar melakukan sosialisasi terhadap warga dan pengusaha di Cipanas mengenai ancaman bencana Gunung Guntur. Hal ini dilakukan agar warga lebih tenang namun tetap waspada menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

Gunung Papandayan

Danramil Cisurupan, Kapten Inf. Ajudin mengatakan, pihaknya bersama Pemkab Garut sudah melakukan sosialisasi secara bertahap kepada warga di sekitar Gunung Papandayan. Hal ini dilakukan untuk menenangkan warga sekaligus membuat warga bersiaga. Sosialisasi tersebut dilakukan melalui rapat-rapat atau pengajian. Dia juga mengerahkan para babinsa agar tetap siaga bersama warga. Upaya lainnya dilakukan dengan membentuk jadwal ronda agar warga tidak terlena.

“Pada kondisi seperti saat ini hal yang paling penting yakni pengaturan informasi mengenai status aktivitas Gunung Papandayan. Warga juga diminta untuk tidak mudah percaya terhadap isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Ajudin.

Lebih jauh Ajudin mengatakan, warga di Desa Sirnajaya dan Karamatwangi yang tinggal paling dekat dengan Gunung Papandayan telah memiliki pengalaman mengenai jalur evakuasi dan kejadian letusan gunung ini. Karenanya mereka tetap tenang dan tidak panik. Bahkan tidak sedikit di antaranya yang beranggapan situsi itu sebagai hal biasa.

Opan (32) warga Desa Situsari, Kec. Cisurupan mengatakan, rumahnya berjarak sekitar 10 km dari kawah Gunung Papandayan. Meski jaraknya terbilang jauh, warga di perkampungan itu tetap waspada.

Warga juga pada umumnya sudah memahami jalur evakuasi yang diarahkan ke Bayongbong. Tidak hanya itu, warga juga harus menghindari kawasan lembah dan Sungai Cibeureum hingga Cimanuk. Sebab jalur ini menjadi tempat perlintasan lahar.

Navigasi
Angkutan Umum
ATM/Bank/Asuransi
Biro Jasa & Layanan Umum
Instansi Pemerintah
Jasa Wisata
Kantor Pelayanan
Keagamaan
Layanan Telematika
Organisasi Masyarakat
Perbelanjaan
Produsen Produk Khas
Sarana Kesehatan
Sarana Pendidikan
Web/Blog
December 2014
SuMoTuWeThFrSa
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   
Stats Situs
Tautan Pilihan
spacer