garut header
Jumat, 30 September 2016   English | Sunda
rss2
Assalam wrwb, Maaf sebelumnya, dimana saya…
assalamualaikum, upami bade magang di dinas…
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Gunung Guntur Normal

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Garut, Zatzat Munazat menyebutkan, status Gunung Guntur diturunkan kembali dari waspada menjadi normal. Keputusan tersebut berdasarkan Surat Nomor 1141/45/BGL.V/2013 dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Selasa (7/5) pukul 17.00 WIB. Warga diminta tenang dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Penurunan status ini didasarkan pada kajian secara visual, frekuensi kegempaan, suhu mata air, dan deformasi Gunung Guntur yang mengalami perubahan sampai kondisinya bisa dikatakan normal. Maka dari itu, warga yang berdomisili di sekitar Gunung Guntur bisa beraktivitas dengan tenang. Begitu pun para wisatawan bisa kembali berwisata ke kawasan Cipanas tanpa ada yang perlu dikhawatirkan,” papar Zatzat, kemarin.

Sebelumnya, PVMBG menaikkan status Gunung Guntur dari normal menjadi waspada pada Selasa (2/4). Hal ini didasarkan pada intensitas kegempaan vulkanik dan tektonik pada gunung tersebut yang melonjak. Bahkan Gunung Guntur sempat dinyatakan kritis dengan munculnya gempa tremor sebanyak tiga kali pada Selasa (2/4) hingga Selasa (9/4).

Selama masa waspada, BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Garut, dan Kodim 0611 Garut, gencar melakukan sosialisasi terhadap warga dan pengusaha di Cipanas mengenai ancaman bencana Gunung Guntur. Hal ini dilakukan agar warga lebih tenang namun tetap waspada menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

Gunung Papandayan

Danramil Cisurupan, Kapten Inf. Ajudin mengatakan, pihaknya bersama Pemkab Garut sudah melakukan sosialisasi secara bertahap kepada warga di sekitar Gunung Papandayan. Hal ini dilakukan untuk menenangkan warga sekaligus membuat warga bersiaga. Sosialisasi tersebut dilakukan melalui rapat-rapat atau pengajian. Dia juga mengerahkan para babinsa agar tetap siaga bersama warga. Upaya lainnya dilakukan dengan membentuk jadwal ronda agar warga tidak terlena.

“Pada kondisi seperti saat ini hal yang paling penting yakni pengaturan informasi mengenai status aktivitas Gunung Papandayan. Warga juga diminta untuk tidak mudah percaya terhadap isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Ajudin.

Lebih jauh Ajudin mengatakan, warga di Desa Sirnajaya dan Karamatwangi yang tinggal paling dekat dengan Gunung Papandayan telah memiliki pengalaman mengenai jalur evakuasi dan kejadian letusan gunung ini. Karenanya mereka tetap tenang dan tidak panik. Bahkan tidak sedikit di antaranya yang beranggapan situsi itu sebagai hal biasa.

Opan (32) warga Desa Situsari, Kec. Cisurupan mengatakan, rumahnya berjarak sekitar 10 km dari kawah Gunung Papandayan. Meski jaraknya terbilang jauh, warga di perkampungan itu tetap waspada.

Warga juga pada umumnya sudah memahami jalur evakuasi yang diarahkan ke Bayongbong. Tidak hanya itu, warga juga harus menghindari kawasan lembah dan Sungai Cibeureum hingga Cimanuk. Sebab jalur ini menjadi tempat perlintasan lahar.