garut header
Sabtu, 13 Pebruari 2016   English | Sunda
rss2
aslkm.bade naroskeun upami prosedur ngadaamel surat…
Situs yang bagus, sangat bermanfaat. saran…
assalamu'alaikum mohon informasinya, saya salah satu…
Assalamualaikum Sampurasun Ku reueus ninggali kamajuan…
Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain
Jadwal Imsakiyah
rss2 berita
Dua Pemuda Ditangkap Saat Jual Motor Curian

Dua pemuda asal Kota Bandung yang diduga anggota geng motor Brigez, RZ (22), warga Jln. Saluyu Riung Bandung dan GG (19), warga Kec. Rancasari, Selasa (14/5), diamankan polisi. Keduanya tertangkap tangan menjual sepeda motor Satria FU di kawasan objek wisata Cipanas, Garut. Sepeda motor yang mereka jual disinyalir barang curian dari salah satu tempat di Kota Kembang.

Kapolres Garut, AKBP Umar Surya Fana melalui Kasat Reskrim, AKP Dadang Garnadi menyebutkan, keduanya merupakan anggota geng motor dan residivis kasus pencurian di wilayah Kota Bandung. Mereka dibekuk setelah polisi menerima laporan warga terkait aksi keduanya di wilayah hukum Kab. Garut.

“Sepeda motor tersebut mereka curi di wilayah hukum Polsek Rancasari di Kota Bandung. Kami berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung untuk kelanjutan proses hukum para tersangka. Dari koordinasi itu, akhirnya diketahui mereka masuk daftar pencarian orang (DPO) aparat kepolisian di sana (Polrestabes Bandung, red). Mereka kami serahkan untuk ditindaklanjuti jajaran kepolisian di Polrestabes Bandung,” paparnya.

Kepada petugas, RZ mengakui perbuatannya. Dia menyatakan terpaksa melakukan aksi pencurian karena impitan ekonomi. Selain itu, karena tidak ada kegiatan, ia bergabung dengan Brigez sejak tahun 2004.

“Ya, kami terpaksa melakukan ini karena tidak memiliki pekerjaan, sementara kami butuh uang untuk kehidupan sehari-hari. Saya menyesal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Humas Polres Garut, Ipda Wien Chirtianingsih menyebutkan, untuk menanggulangi berbagai tindak kejahatan terutama teror geng motor, Polres Garut melakukan patroli dan operasi pekat secara rutin. Kegiatan digelar secara mendadak di sejumlah tempat yang dianggap rawan dengan tujuan mencegah berbagai aksi kelompok orang yang menimbulkan keresahan.

“Tidak hanya itu, beberapa program persuasif untuk menekan angka kriminal khususnya geng motor, juga dilakukan dengan memberikan pemahaman tentang tertib lalu lintas di sekolah tingkat SMA di wilayah hukum kami. Ini dilakukan karena anggota geng motor umumnya berasal dari anak usia sekolah,” katanya.(B.121)**