garut header
Jumat, 28 April 2017   English | Sunda
rss2
:: Menu Utama Ekonomi
 
Industri


Profil Industri

Krisis ekonomi yang berkepanjangan membawa dampak pada laju Pertumbuhan Pembangunan di berbagai sektor, termasuk pada Sektor Industri. Kegiatan sektor industri di Kabupaten Garut, masih didominasi oleh industri kecil dan menengah, yang pada umumnya merupakan industri rumahtangga.

Potensi Industri kecil yang menjadi komoditas andalan Kabupaten Garut terdiri dari industri penyamakan kulit, jaket kulit, industri batik, sutera alam, dodol, minyak akar wangi dan industri kerajinan anyaman bambu. Dari berbagai komoditi yang ada, tercatat beberapa diantaranya telah menembus pasar ekspor seperti: teh hitam, teh hijau, karet, bulu mata palsu, minyak akar wangi, jaket kulit, kulit tersamak dan kain sutera.

Namun demikian, peran sektor ini belum menjadi sektor andalan dalam  kontribusi sektor industri terhadap PDRB.  Hal ini memberi indikasi bahwa sektor ini masih perlu dikembangkan dan dioptimalkan, sehingga dapat menopang aktivitas perekonomian dan pembangunan.

Kabupaten Garut bukan merupakan kawasan industri, tetapi merupakan kawasan pertanian.  Oleh karena itu, sebagaimana visi Kabupaten Garut dalam mewujudkan daerah argoindustri maka jenis industri terbesar yang ada di Kabupaten Garut adalah industri Argo dan Hasil Hutan. Jumlah unit usaha jenis industri ini mencapai 82% dari jenis industri lainnya dengan jumlah tenaga kerja mencapai 73% dari tenaga kerja pada industri lainnya.  Adapun jumlah sentra, unit usaha, tenaga kerja, investasi, dan nilai produksi dari empat jenis industri di Kabupaten Garut dipaparkan dalam tabel berikut ini.

Tabel Kapasitas Industri Berdasarkan Jenis di Kabupaten Garut Tahun 2014

 
Industri Argo & Hasil Hutan
Industri Tekstil, Kulit dan Aneka
Industri Logam & Bahan Galian
Industri Kimia
Jumlah
Jumlah Sentra
221
50
54
10
335
Jumlah Unit Usaha
Formal
395
185
114
62
756
Non Formal
9.269
1199
1.887
474
12.829
Total
9.664
1.384
2.001
536
13.585
Tenaga Kerja
Formal
4.040
4.450
763
707
9.960
Non Formal
37.342
6.390
8.775
2.003
19.706
Total
41.382
10.840
9.538
2.710
64.470
Investasi (000 Rp)
Formal
8.955.116
6.699.963
2.082.738
18.506.130
36.243.947
Non Formal
9.342.445
10.380.332
6.321.895
24.289.455
50.244.127
Total
18.297.561
17.080.295
8.314.633
42.795.585
86.488.074
Nilai Produksi (000 Rp)
Formal
209.008.246
71.813.126
5.863.875
14.876.068
301.561.315
Non Formal
357.037.044
134.665.413
111916.625
78.072.160
681.691.242
Total
556.045.290
206.478.539
117.780.500
92.948.228
983.252.557
Sumber : Dinas Perindagkop UKM Kabupaten Garut 2014


Lihat Juga :
Data Potensi Industri di Kabupaten Garut Tahun 2013 (pdf, 149kb)
Data Potensi Industri di Kabupaten Garut Tahun 2009 (pdf, 53kb)
Data Potensi Industri di Kabupaten Garut Tahun 2008 (pdf, 57kb)
Data Potensi Industri di Kabupaten Garut Tahun 2007 (pdf, 192kb)
Data Potensi Industri di Kabupaten Garut Tahun 2006 (pdf, 27kb)
Data Potensi Industri di Kabupaten Garut Tahun 2005 (pdf, 27kb)
Detail Kapasitas Industri per jenis usaha di Kabupaten Garut Tahun 2004 (pdf, 35kb)
Detail Kapasitas Industri per jenis usaha di Kabupaten Garut Tahun 2003
(pdf, 83kb)

Permasalahan di Bidang Industri

A. Terbatasnya kemampuan SDM pelaku industri, khususnya dalam hal:
 
  • Penguasaan Manajemen Produksi
  • Penguasaan Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi
  • Penguasaan IPTEK untuk melakukan Inovasi dalam memanfaatkan SDA yang tersedia
  • Penguasaan Akses Pasar
B. Belum Optimalnya Kapasitas Produksi Industri yang disebabkan oleh kurang lancarnya pasokan bahan baku impor dan lokal antar daerah
C. Belum siapnya sektor industri kecil dan menengah dalam mengantisipasi kebijakan penghapusan subsidi BBM atau kenaikkan harga BBM yang menyebabkan naiknya biaya produksi
D. Adanya ketergantungan yang tinggi terhadap ketersediaan (Kontinuitas, Kuantitas dan Kualitas) bahan baku khususnya yang berbasis Pertanian dalam arti luas
E. Kurangnya daya saing produk yang disebabkan oleh :
F. Belum ditetapkannya standarisasi produk secara optimal
G. Belum diterapkannya sistem pengendalian mutu secara tepat
H. Tingginya biaya produksi

Upaya Pemecahan

  1. Meningkatkan keterampilan perajin IKM dalam teknologi proses produksi, difersivikasi produk dan Desain
  2. Melaksanakan kegiatan temu usaha
  3. Melaksanakan pengendalian dan mutu produk
  4. Meningkatkan daya saing produk industri dan komiditi unggulan
  5. Penyediaan sarana mesin peralatan produksi IKM
  6. Meningkatkan sarana pengamanan mutu produk dan sarana laboratorium uji mutu produk
  7. Penyediaan data/ informasi dan profile perusahaan dan potensi industri
  8. Melaksanakan Sosialisasi HAKI dan Sertifikasi Hak Cipta
  9. Melaksanakan gelar dan penerapan teknologi tepat guna di sentra industri kecil
  10. Meningkatkan kemampuan manajemen usaha dibidang IKM
  11. Meningkatkan kemampuan aparatur bidang industri

Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain