garut header
Selasa, 27 Juni 2017   English | Sunda
rss2
:: Menu Utama Ekonomi Profil Ekonomi  

 
PROFIL EKONOMI
 
a. Produk Domestik Regional Brutto (PDRB)

Struktur ekonomi secara kuantitatif digambarkan dengan menghitung persentase peranan nilai tambah bruto dari masing-masing sektor terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Secara keseluruhan pencapaian kinerja PDRB pada tahun 2008 atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan yang cukup tinggi dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp 6.663 miliar, atau 32,00% dari Rp. 13.697 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp. 20.360 miliar pada tahun 2008. Keadaan ini menggambarkan perkembangan yang cukup signifikan dari nilai produk barang yang dihasilkan di wilayah Kabupaten Garut pada periode tahun 2005-2008. Kondisi ini menggambarkan pula perkembangan yang cukup signifikan dari nilai produk barang yang dihasilkan di wilayah Kabupaten Garut pada periode tahun 2005-2008. Kendati demikian, perkembangan tersebut belum dapat dijadikan sebagai indikator dari peningkatan volume produk barang atau jasa di wilayah Garut, karena pada besaran PDRB yang dihitung atas dasar harga berlaku masih terkandung inflasi sebesar 11,43% pada tahun 2008 yang sangat mempengaruhi harga barang/jasa secara umum. Apabila dibandingkan dengan sasaran pencapaian tahun 2008 sebanyak Rp. 20.360 milyar, maka pencapaian PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2008 melebihi sasaran sebanyak Rp. 734.281 juta atau 4,84%

Untuk menganalisis perkembangan dari volume produk barang/jasa umumnya digunakan PDRB yang dihitung atas dasar harga konstan. PDRB yang dihitung atas dasar harga konstan tahun 2000 di Kabupaten Garut pada tahun 2008 mencapai Rp. 10.011 miliar, atau mengalami peningkatan 4,30% dari tahun 2005, yaitu sebesar Rp. 8.768 miliar. Kondisi tersebut merupakan indikasi quantum (volume) produk barang/jasa secara umum mengalami peningkatan atau perekonomian Kabupaten Garut secara makro berkembang positif dengan besaran 4,30%.

Sektor andalan atau sektor yang memberi sumbangan terbesar adalah masih didominasi oleh Pertanian, dimana pada tahun 2008, sektor ini memberikan sumbangan nilai tambah yang dihitung atas dasar harga berlaku sebesar Rp. 7.912,94 miliar atas dasar harga berlaku dan Rp. 4.461,55 miliar atas dasar harga konstan tahun 2000. Kondisi tersebut dapat dimengerti, karena perekonomian wilayah Garut masih tampak di dominasi oleh sektor pertanian. Hal ini terlihat dari sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di sektor ini serta sebagian besar lahan di wilayah Kabupaten Garut digunakan untuk kegiatan di sektor pertanian (hampir mencapai 3/4 dari total luas wilayah Kabupaten Garut).

Selain pertanian, sektor yang juga cukup dominan di Kabupaten Garut adalah perdagangan, hotel dan restoran. Di sepanjang tahun 2008 sektor perdagangan, hotel dan restoran mampu menciptakan nilai tambah (atas dasar harga berlaku/adh berlaku) sebesar Rp. 5.444,53 miliar, atau mengalami peningkatan Rp. 1.979,92 miliar dari tahun 2005.


a
Grafik Produk Domestik Regional Bruto
Kabupaten Garut Tahun 2009-2012


b. Laju Pertumbuhan Ekonomi

Laju pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi. Indikator ini di gunakan untuk menilai sampai seberapa jauh keberhasilan pembanguan suatu daerah dalam periode tertentu, maka indikator ini digunakan untuk menentukan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Garut.

Jika diperhatikan berdasarkan skenario target yang telah ditetapkan dalam RPJM Tahun 2006-2009, menunjukkan bahwa realisasi belum mencapai target. LPE Kabupaten Garut pada tahun 2006 mencapai sebesar 4,11% atau mengalami penurunan sebesar 0,05% dibandingkan pada tahun 2005 sebesar 4,16% Pencapaian ini belum memenuhi sasaran untuk LPE pada tahun 2006 sebesar 4,21%. Meskipun angka penurunan relatif kecil, namun hal ini telah menunjukkan adanya penurunan kinerja pada beberapa sektor, meskipun di sektor perekonomian yang sangat dominan yaitu sektor pertanian dan perdagangan mampu tumbuh masing-masing sebesar 2,91% dan 5,73%.



a
Grafik Laju Pertumbuhan Ekonomi
Kabupaten Garut Tahun 2012


c. Inflasi

Besarnya inflasi suatu daerah dapat digambarkan dengan perkembangan indeks harga implisit PDRB (perbandingan harga berlaku dengan harga konstan) setiap tahun dan Indeks Harga Konsumen (IHK). Inflasi menggambarkan besarnya perubahan harga barang dan jasa yang beredar di pasaran.

Laju inflasi tahun 2005 sebesar 16,14% telah mengalami penurunan di tahun 2006 menjadi 11,43%. Kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan laju inflasi pada tahun 2004 yang menaik tajam ke tahun 2005 hingga mencapai angka 100%. Tingginya inflasi pada tahun 2005 itu terutama disebabkan oleh kebijakan kenaikan harga BBM yang sangat dramatis pada bulan Maret dan Oktober 2005, yakni dengan rata-rata sekitar 125% yang memicu kenaikan harga seluruh kelompok pengeluaran. Kendati demikian kompensasi kenaikan BBM yang diberikan oleh Pemerintah Pusat dan program-program pengentasan kemiskinan yang digulirkan oleh Pemerintah Daerah, tampak telah menjadi benteng yang mempertahankan daya beli terutama bagi masyarakat pada lapisan bawah, sehingga daya beli masyarakat, khususnya di Kabupaten Garut, tidak terlalu anjlok walaupun diterjang oleh inflasi yang cukup tinggi tersebut. Hal ini terbukti dari peningkatan penduduk miskin di Kabupaten Garut pada tahun 2006 masih relatif rendah jika dibandingkan dengan peningkatan penduduk miskin pada tingkat nasional


d. PDRB per kapita/ pendapatan per kapita
Pada tahun 2005, PDRB perkapita masih mencapai Rp 5.137.426 (angka perbaikan), sementara pada tahun 2006 PDRB perkapita mengalami peningkatan yang cukup tinggi yaitu sebesar 14,17%, atau dari semula Rp. 6.117.609 di tahun 2005 menjadi Rp. 6.984.822 pada tahun 2006. Kendati demikian, peningkatan tersebut belum sepenuhnya dapat dipakai untuk menggambarkan peningkatan dari daya beli masyarakat. Karena pada PDRB per kapita yang dihitung atas dasar harga berlaku, selain masih terkandung inflasi yang sangat berpengaruh terhadap daya beli, juga karena pola distribusi dari pendapatan regional Kabupaten Garut tidak mutlak merata. Namun, pendapatan per kapita yang didekati oleh PDRB per Kapita dapat menggambarkan nilai produk yang dihasilkan di wilayah Garut per penduduk selama satu tahun. Atau dapat pula diartikan sebagai tingkat produktivitas penduduk di Kabupaten Garut yang juga dapat merefleksikan tingkat pendapatan per penduduk di Kabupaten Garut.

Apabila dibandingkan dengan sasaran pencapaian tahun 2006 sebesar Rp. 6.663.848, maka pencapaian PDRB perkapita pada tahun 2006 melebihi sasaran sebesar Rp. 320.974 atau 4,82%.


a
Grafik Kontribusi Sektor PDRB dalam Perekonomian
Kabupaten Garut Tahun 2012


e. Distribusi Pendapatan

Distribusi pendapatan selama periode tahun 2004-2006 menunjukan angka relatif merata, hal ini tampak dari pencapaian angka indeks gini pada tahun 2006 sebesar 0,208 sedikit menurun dibanding tahun 2005 yang mencapai 0,209 dan tahun 2004 sebesar 0,212. Sebagaimana kriteria yang ditetapkan, bahwa bilamana angka indeks gini berada pada kisaran 0,20-0,35, maka distribusi pendapatan dikatakan relatif merata, sedangkan apabila angka tersebut berada diatas 0,5 – 0,7 menunjukkan bahwa distribusi pendapatan sangat timpang.


f. Investasi (pembentukan modal tetap brutto)
Jumlah Investasi berdasarkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) selama tahun 2006 mengalami pertumbuhan, dari Rp. 3.126,18 milyar pada tahun 2005 menjadi Rp. 3.819,76 milyar. Apabila dibandingkan dengan sasaran pencapaian tahun 2006 sebesar Rp. 2.179,72 milyar, maka pencapaian Jumlah Investasi pada tahun 2006 telah melampaui jauh di atas target

Hal ini juga terlihat dari besaran persentase laju investasi selama tahun 2006 yang mengalami peningkatan sebesar 11,38%, meskipun sedikit lebih lambat 6,11% dibandingkan laju investasi tahun 2005 yang mencapai 17,49%. Jumlah investasi yang terus berkembang ini, mengindikasikan tingkat kepercayaan yang cukup tinggi dari masyarakat untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Garut, dan memiliki peran yang cukup besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi selama tahun 2005 – 2008.



a
Grafik Perkembangan Angka Laju Investasi, Inflasi, LPE, dan LPP
Kabupaten Garut Tahun 2005-2008



Lihat Juga :
DATA PRODUK DOMESTIK BRUTO KABUPATEN GARUT TAHUN 2013(pdf-140 kb)

Tekan tuts panah kiri/ kanan Keyboard untuk berpindah ke artikel lain