• Bahasa

Angka Kecelakaan Arus Mudik dan Balik di Jawa Barat Menurun

11 Jun 2019 Hanapi 226

KOTA BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan bahwa angka kecelakaan selama arus mudik dan balik lebaran tahun 2019 menurun. Hal tersebut karena langkah antisipatif yang diambil Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat dan Pemerintah Pusat efektif.

“Secara statistik kecelakaan tahun lalu sekitar 1000-an, tahun ini hanya 400 orang. Yang meninggal dunia tahun lalu 227, sekarang sekisar 97. Jadi, sudah berkurang jauh,” katanya setelah menggelar rapat evaluasi arus mudik dan balik di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (10/06/2019).

Menurut Emil -demikian Ridwan Kamil disapa, ada sedikit catatan yang mesti dibenahi untuk arus mudik dan balik tahun depan, yakni kepadatan di Priangan Timur. Maka itu, dia mengatakan bahwa proyek tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) bisa menjadi salah satu solusi.

Saat ini, kata Emil, tengah dilakukan proses pelelangan investasi proyek tol Cigatas. Emil menambahkan, pihaknya akan berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat guna mengakselerasi setiap proses proyek tersebut.



"Nah, ini evaluasi menandakan konsep one way berjalan dengan baik, konsep menutup rest area berjalan dengan baik, konsep melarang truk barang berlangsung dengan baik. Evaluasi yang agak kurang baik terjadi di jalur Priangan Timur,” ucapnya.

Pemdaprov Jawa Barat sendiri memperkirakan arus balik kali ini akan terus berlanjut sampai Kamis 13 Juni mendatang. Kendati begitu, Emil melaporkan bahwa pergerakan arus balik sudah mulai menurun.

"Secara umum ada peningkatan di jalur tol, dan pengurangan pemudik yang naik sepeda motor," katanya.

Atasi Sampah Citarum, Pemdaprov Jawa Barat Dapat Bantuan Bank Dunia


Menurut Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil-, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota/Kabupaten yang dilewati sungai Citarum. Koordinasi tersebut, kata dia, dilakukan untuk mengefisienkan dana bantuan itu dalam menyelesaikan persampahan sungai Citarum.

Emil menambahkan, dana tersebut akan digunakan untuk edukasi, menyiapkan infrastruktur wilayah, lokasi pemilihan sampah, serta menyiapkan teknologi terkait sampah, termasuk fasilitas daur ulang sampah menjadi bahan bakar.

"Baik untuk menambahi truk sampah, membenahi manajemen sampah, mengatur zona-zona daur ulang sampah, dan lain-lain," katanya.

Terkait fasilitas daur ulang sampah plastik menjadi bahan bakar, Emil mengaku pihaknya tengah mencari lokasi strategis. Sedangkan untuk model teknologinya, masih dalam tahap pembahasan. Dia pun memastikan Pemdaprov Jawa Barat sangat terbuka dengan berbagai teknologi.



"Teknologi apa pun bisa dipakai, yang penting bisa menuntaskan masalah sampah," ucapnya.

Kondisi sungai Citarum memang jadi keprihatinan dunia. Oleh karena itu, Bank Dunia bersedia mengeluarkan dana untuk mengatasinya. Persoalan sungai Citarum sendiri pun sudah menjadi perhatian Pemerintah Pusat.

Progres penataan Citarum, kata Emil, tergolong baik. Apalagi, semenjak Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi salah satu elemen dalam masalah teknis. Pun saat ini, di sepanjang Sungai Citarum sudah tidak ada lagi pemukiman.

Sumber: Humas Jabar

www.garutkab.go.id

Dikelola oleh :
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut
Jl. Pembangunan No. 181, Garut, 44151
Provinsi Jawa Barat

+62 262 4895000
diskominfo@garutkab.go.id
diskominfo@garutkab.go.id
Pemkab Garut
pemkab_garut