• Bahasa

Nova Rahayu Derita Ginjal Bocor, Terancam Tak Bisa Ikut Ujian Sekolah

4 Mar 2018 Hanapi 419

Siswi kelas XII SMAN 7 Bungbulang selatan Kabupaten Garut Nova Rahayu terancam tak dapat mengikuti ujian sekolah akhir karena tubuhnya terus mengalami pembengkakan disertai keluhan sakit pada beberapa bagian anggota tubuhnya.

Di saat rekan-rekan sekolahnya semakin sibuk mengikuti kegiatan belajar mengajar sekaligus sebagai persiapan mengikuti ujian akhir menamatkan sekolah, gadis kelahiran 18 Nopember 2000 itu setiap harinya hanya bisa menatap seragam sekolah, dan sepatunya yang kini tak lagi muat di kakinya yang terus mengalami pembengkakan.



Sejak akhir 2017 lalu, Nova yang didiagnosis mengalami kebocoran ginjal, dan lambung itu hanya bisa terbaring di rumah bersama orang tuanya di Kampung Palahan RT 03 RW 01 Desa Margalaksana Kecamatan Bungbulang selatan Kabupaten Garut.

Sejumlah upaya pengobatan sempat dilakukan ke rumah sakit maupun pengobatan alternatif namun tak pernah maksimal karena terkendala tak ada biaya. Terlebih, Nova sendiri tak memiliki kartu BPJS. Sehingga seluruh pembiayaan pengobatan ditanggung pihak keluarga.

Penghasilan ayahnya, Agus Dadi, yang berprofesi sebagai pengumpul barang rongsokan sangat terbatas.

Ibunya, Heni Marlina, pun sebatas mengurus rumah tangga, kendati beberapa waktu sebelumnya pernah bekerja menjadi tenaga kerja wanita di Abu Dhabi.

”Setiap pagi, anak saya hanya dapat memandangi sepatu, dan seragam sekolahnya yang sudah lama tidak dapat dipakainya karena ukuran kakinya semakin membesar,” kata Heni Marlina, Sabtu (03/03/2018).



Dia berharap anaknya mendapatkan penanganan medis secara baik sehingga penyakitnya dapat diketahui pasti, dan diobati.

Dia menuturkan, penyakit dialami Nova bermula pada September 2017, Nova pulang dari sekolah sambil berhujan-hujan. Pada malam harinya, Nova mengeluh kakinya terasa pegal, dan terlihat membengkak.

Orang tuanya lalu memanggil tukang pijat. Yang dipijat ternyata tidak hanya bagian kaki melainkan hampir seluruh bagian tubuh. Anehnya, keesokan harinya, kondisi Nova bukannya membaik, justeru seluruh tubuhnya terutama bagian perutnya mengalami bengkak.

Karena kondisinya tak kunjung membaik, orang tuanya kemudian membawa Nova ke RSU dr Slamet Garut untuk diperiksa. Di sana sempat dilakukan cek daerah, dan tes urin. Hasil diagnose dokter setempat menyatakan Nova menderita bocor kecil pada ginjal, dan lambungnya. Nova pun disarankan dirawat inap di rumah sakit tersebut.

Akan tetapi terbentur keadaan keuangan, pihak keluarga tak mengikuti saran dokter, melainkan membawa pulang kembali Nova ke rumahnya di Bungbulang.

Alhasil, kondisi kesehatan Nova makin memburuk, Pembengkakan tubuhnya kian parah. Berat badan Nova semula sekitar 40 kilogram bertambah menjadi sekitar 67 kilogram. Pada bagian kakinya pun dijumpai sejumlah luka kecil mengeluarkan darah bening yang sulit dihentikan. Sehingga luka-luka kecil tersebut sukar sekali sembuh.

Tak hanya itu, saat menangis, mata Nova langsung membengkak dengan kantung mata kehitaman. Tak jarang, Nova hanya bisa terbaring di tempat tidurnya sehari semalam tanpa dapat melakukan aktivitas apapun.



Kondisi tersebut berlangsung berpekan-pekan. Sehingga Ujian Tengah Semester (UTS) pun harus diikutinya di rumah.

Pada Desember 2018, Nova sempat dibawa berobat ke sebuah klinik kesehatan yang ada di kawasan Bungbulang.

Hasil diagnosis dokter setempat pun sama dengan diagnosis dokter RSU dr Slamet Garut bila Nova mengalami kebocoran pada bagian ginjal dan lambungnya.

Masih penasaran, Nova kembali diperiksakan orang tuanya ke seorang dokter praktik lainnya yang masih berada di kawasan Bungbulang. Namun hasilnya, lagi-lagi menyebutkan bila Nova menderita ginjal, dan lambung. Bahkan kini, Nova didiagnosa mengalami sakit pula pada bagian paru-parunya. Dokter pun menyarankan Nova dirawat.

Akan tetapi, lagi-lagi, kondisi ekonomi membuat pengobatan terhadap Nova tidak dilakukan secara tuntas.

Pengobatan dilakukan justeru lebih sering mengandalkan obat-obat tradisional yang sayangnya hanya sebatas mengandalkan informasi alakadarnya di sekitar tempat tinggalnya.

Atas saran kerabatnya, pada Januari 2018, Nova dibawa ke pengobatan alternatif di Pangalengan.

Di sana, dia didiagnosa tidak hanya menderita ginjal, tetapi juga lever. Nova disarankan berobat secara rutin. Namun, lagi-lagi persoalan biaya menjadi kendala.

Hingga saat ini Nova masih terbaring di rumahnya. Tubuhnya layaknya perempuan tengah mengandung sembilan bulan.

Sejak semester dua tahun ini, Nova tidak bisa lagi masuk sekolah. Padahal beberapa hari lagi, seharusnya dia bersama teman-teman sekolahnya mengikuti ujian, mulai dari ujian praktik, ujian simulasi, sampai ujian akhir sekolah.

Sumber : (Humas Diskominfo), garutkab.go.id

www.garutkab.go.id

Dikelola oleh :
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut
Jl. Pembangunan No. 181, Garut, 44151
Provinsi Jawa Barat

+62 262 4895000
diskominfo@garutkab.go.id
diskominfo@garutkab.go.id
Pemkab Garut
pemkab_garut